Hari Prasetio

Lahir di Cilacap 25 Maret 1967. Lulusan SDN 1 Karangtalun Cilacap (1980), SMPN 4 Cilacap (1983), SMAN 1 Cilacap (1986). Alumni Universitas Sebelas Maret Sur...

Selengkapnya
Keteladanan Presiden, Wapres, dan Menag
Sumber : poskotanews.com

Keteladanan Presiden, Wapres, dan Menag

sebenarnya sangat sederhana dan sangat penting. Problem bangsa ini sepintas terasa pelik, rumit, dan amat sulit dipecahkan. Padahal jika dikaji secara seksama, sumber persoalan itu sebenarnya sederhana, yaitu belum bisa berkata dan berbuat jujur.

Para pemimpin bangsa ini belum semua mampu berkata dan berbuat apa adanya. Sesuatu yang sebenarnya mudah, kecil, dan sederhana tetapi direkayasa agar seakan-akan sulit. Padahal mempersulit sesuatu yang mudah adalah bagian dari tidak jujur.

Tidak jujur selain mengganggu jiwa juga menjadi mahal. Orang yang tidak jujur akan merasakan ada ancaman, kekhawatiran dan ketakutan kalau-kalau kebohongannya terbongkar. Siapapun tidak mau ketika rahasia pribadinya diketahui orang. Itulah sebabnya orang berbohong akan menyiksa diri sendiri. Mereka dihantui rasa cemas, khawatir, dan takut.

Kita bisa membayangkan alangkah enak dan murah hidup ini jika semua orang mampu berkata dan berbuat jujur. Keharusan adanya polisi, jaksa, hakim, dan KPK, jika direnungkan secara mendalam, disebabkan oleh sebagian besar pemimpin bangsa yang belum mampu menghindar dari berbuat bohong.

Manakala semua pejabat dan ASN sudah benar-benar dipercaya, maka berbagai instansi pemerintah, seperti Irjen, BPK, BPKP, dan auditor lainnya bisa ditiadakan. Sebaliknya, jika instansi pemerintah tersebut semakin banyak, semakin banyak pula dibutuhkan berbagai jenis lembaga pengawas keuangan.

Akibatnya, anggaran pemerintah menjadi boros. Bisa diperkirakan berapa anggaran pada setiap tahun yang harus dikeluarkan dari uang rakyat hanya karena banyak pejabat atau pemimpin yang tidak bisa dipercaya. Kebohongan yang merajalela ternyata mengharuskan pemerintah membiayai berbagai jenis aparat menjadi pengawas, auditor, polisi, jaksa, hakim, sipir, dan lain-lain.

Persoalannya adalah bagaimana menanamkan sifat jujur dan mampu meninggalkan kebohohan dalam hati para pemimpin bangsa dan aparat pemerintah. Mengandalkan hasil pendidikan ternyata tidak mungkin. Pada kenyatannya, para pengelola pendidikan di berbagai jenjang tidak ada yang berani mengklaim atau menjamin bahwa lulusannya akan jujur dan tidak berbohong.

Mereka sanggup berjanji bahwa lulusannya cerdas dan profesional, tetapi tidak ada yang menjamin pasti akan jujur. Pertanyaannya adalah, lembaga apa yang bisa menjadikan seseorang meraih derajat atau predikat bisa dipercaya.

Nabi Muhammad berpesan kepada orang yang beriman agar tidak berbohong, dan ternyata pesan itu berhasil. Keberhasilan tersebut dipahami, karena utusan Allah itu sendiri adalah dikenal sebagai orang yang jujur hingga diberi gelar Al-amien, atau orang yang bisa dipercaya. Oleh karena itu, persoalan bangsa ini sebenarnya adalah sedang mengalami kelangkaan contoh, tauladan, atau anutan.

Akhir-akhir ini ketua KPK memberi penghargaan tertinggi kepada Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla, dan Menteri Agama Lukman Hakim Saefudin, untuk perorangan yang sering melaporkan soal gratifikasi. Sikap dan keteladanan beliau-beliau ini bisa menjadi contoh bagi semua pihak agar melapor gratifikasi kepada KPK.

Umpama semua pemimpinnya dari tingkat bawah sampai tingkat atas mampu menghindar dari berbohong, maka rakyat akan mengikutinya. Perilaku rakyat adalah cermin dari apa yang ada pada para pemimpinnya.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Betul sekali....... Pak Heri

20 Dec
Balas

Trmksih Pak Ratno.

25 Dec

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali