Hari Prasetio

Lahir di Cilacap 25 Maret 1967. Lulusan SDN 1 Karangtalun Cilacap (1980), SMPN 4 Cilacap (1983), SMAN 1 Cilacap (1986). Alumni Universitas Sebelas Maret Sur...

Selengkapnya
Solidaritas Sosial
Sumber : possore.com

Solidaritas Sosial

Ketenangan hidup sehari-hari bagi orang yang berada di pedesaan dianggap sedemikian penting. Ketenangan hidup itu melebihi segala-galanya. Oleh karena itu, kehidupan pedesaan mengenal sopan santun, norma-norma, nilai-nilai, gotong royong, dan adat istiadat lainnya yang harus dipatuhi dan diikuti oleh semua pihak sebagai bentuk solidaritas sosial. Hal tersebut di atas termasuk penting atau prinsip dalam kehidupan bersama.

Gotong royong merupakan salah satu sumber solidaritas sosial yang harus dipelihara dan dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari. Menurut ajaran agama, tidak saja diharuskan untuk bersatu, melainkan juga harus saling memahami, menghargai, mencintai, dan akhirnya membuahkan gotong royong. Gotong royong lebih dari sekedar bersatu. Dalam gotong royong, persatuan harus terbina secara terus menerus sehingga melahirkan sebuah kerjasama, bukan secara temporer atau sementara saja.

Waktu penulis masih kecil, dalam kehidupan sehari-hari, terutama di pedesaan, terasa sekali adanya suasana orang saling bekerjasama, baik dalam membangun rumah, mengerjakan pekerjaan di sawah atau di ladang, peristiwa kematian, menyelenggarakan pesta pernikahan, dan khitanan. Orang membantu orang lain dianggap hal biasa. Semua kehidupan di pedesaan dijalankan dalam kebersamaan. Mereka saling tolong menolong dan saling bantu membantu. Kalau ada orang yang bersifat individual dianggap menyalahi adat istiadat dan kurang baik di mata masyarakat.

Semangat gotong royong harus ditumbuhkan kembali pada jaman sekarang ini. Orang menyebutnya sebagai jaman terbuka, bebas, dan berdemokrasi. Semua orang dianggap memiliki posisi yang sama. Perilaku orang seolah-olah tidak lagi diukur dari sopan santun, nilai-nilai, norma-norma, tradisi, adat istiadat, dan gotong royong, melainkan oleh keinginan, kemauan, dan kehendak bebas. Perilaku orang terdahulu seolah-olah dianggap sudah usang, atau kuno yang harus ditinggalkan.

Inti dari Pancasila, disebutkan oleh Ir. Soekarno adalah gotong royong. Orang bergotong royong menggambarkan adanya saling bersatu, bersama-sama, saling menghargai, dan membantu antar sesama. Beliau selalu menganjurkan agar kita semua selalu menjaga dan memelihara gotong royong. Dikatakan bahwa berkumpul, bersama-sama, dan bersatu adalah pintu dan bahkan kunci adanya kemajuan. Tidak mungkin bangsa ini menjadi besar, dan berwibawa, hingga menyamai bangsa-bangsa maju lainnya, manakala tidak mampu membangun persatuan.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali